Sabtu, 23 Maret 2013

Pertamina Tambah Produksi 5.400 bph dan 5 MMscfd dari Blok WMO

JAKARTA, Tambangnews.com.- Setelah berhasil menemukan cadangan migas baru di 6 sumur eksplorasi dengan rasio keberhasilan 100%, PHE WMO, anak usaha PT Pertamina (Persero) kembali mencatat prestasi dengan mulai berproduksinya lapangan PHE KE-38B dengan produksi awal minyak sebanyak 5.400 barel per hari dan gas 5 MMscfd.

Pengembangan lapangan PHE KE-38B yang merupakan bagian dari POD (Plan of development/ rencana pengembangan) tahun 2012 sudah bisa menghasilkan produksi awal minyak sebesar 5.400 bph dan gas sebesar 5 MMscfd, dimana 2.100 bph dan 5 MMscfd diproduksikan dari Sumur PHE KE-38B1 serta 3.300 bph berasal dari Sumur PHE KE-38B2. Keseluruhan proses dari eksplorasi sampai ke produksi awal diselesaikan hanya dalam kurun waktu 8 bulan 21 hari.

"Sumur eksplorasi itu selesai dibor 22 Juni 2012 dan 13 Maret 2013 mulai mengalirkan minyak dan gas dengan produksi awal 5.400 bph dan 5 MMscfd. Proses dari eksplorasi sampai produksi awal bisa dilakukan secara cepat dan ini merupakan capaian yang luar biasa," kata Vice President Communications Pertamina Ali Mundakir, Minggu (17/3).

Ali menjelaskan pembahasan PED (Penemuan Eksplorasi untuk pengembangan) telah dimulai secara intensif sejak sumur pertama selesai dibor. Dengan demikian, semua formalitas yang diperlukan dapat diperoleh dengan cepat, yang prosesnya hanya 2 hari setelah tuntasnya pengeboran sumur ketiga.

Dengan proses yang cepat, pengeboran dapat dilakukan pada akhir bulan Nov 2012 dan setelah secara teknis POD disetujui, penyelesaian pekerjaan platform dilakukan bersamaan dengan pemboran. Platform diselesaikan bulan Januari 2013.

Penyelesaian pipa produksi antara lapangan PHE KE-38B dan KE-38A sempat terhambat cuaca buruk pada bulan Januari dan Februari lalu. Namun, setelah cuaca membaik, penyelesaian pipa produksi diselesaikan pada tgl 11 Maret 2013 dan produksi pertama sumur PHE KE-38B-1 dapat dialirkan 2 hari kemudian.

Ali menegaskan proses produksi tercepat ini berkat kerja keras dan kerjasama dari seluruh fungsi terkait, baik di internal PHE WMO maupun Pertamina sebagai induk, dan yang paling penting adalah dukungan dari SKKMIGAS. "Ini sinergi yang baik dan harus terus ditingkatkan di masa yang akan datang. Tambahan produksi ini diharapkan memberikan kontribusi bagi Target Pemerintah untuk meningkatkan lifting nasional disamping mewujudkan komitmen PHE WMO untuk bisa menahan declaining rate dan sesegera mungkin meningkatkan produksi.”

Selain sudah bisa mendapat tambahan produksi, PHE WMO juga mendapat cadangan baru dari sumur pertama eksplorasi 2013 PHE 53-2. Tambahan cadangan baru tersebut juga mempertegas komitmen PHE WMO untuk menjaga kelanjutan produksi migas di wilayah kerjanya.


Disamping keberhasilan di Blok WMO, Pertamina juga berhasil menambah produksi dengan natural flow sebesar +/- 1.200 bph dari PHE East Java sejak Kamis 14 Maret yang lalu dari sumur SKW-3. Sumur SKW-3 sebenarnya sudah tidak lagi berproduksi sejak Q3 2012, namun berhasil dihidupkan kembali setelah dilakukan reparasi pada cement bond dan reperforasi pada zona atasnya.

"PHE East Java juga masih memiliki beberapa kandidat sumur Sukowati yang cement bond-nya dapat direparasi  yang Insya Allah bisa memberikan kontribusi yang cukup signifikan," tambah Sekretaris Perusahaan PHE Wahidin Nurluzia M. (*/tn01)

Sumber : http://www.tambangnews.com

Jumat, 22 Maret 2013

Bismuth metal





Nama Mineral : Bismut
Rumus kimia : Bi
Berat Jenis (BD) : 9,8
Sistim Kristal : Trigonal
Belahan : sempurna, baik
Warna : putih timah dengan warna merah mudah pucat
Goresan : putih
Kekerasan : 2-2,5

Emas meningkat Hingga US$ 8.000





JAKARTA. Para investor emas saat ini tengah was-was. Pasalnya, harga emas masih menunjukkan sinyal bearish. Apalagi, Frank Lesh dari FuturePath Trading LLC memprediksi, secara teknikal, harga si kuning kinclong akan terus melorot hingga menyentuh level US$ 1.100 pada 2014 mendatang.

Lesh menjelaskan, rasio Fibonacci memberikan indikasi, penurunan yang mencapai 76,4% dari level rekor US$ 1.923,70 pada September 2011 lalu akan menyebabkan harga emas akan kembali menurun sebesar US$ 430.

"Jika harga emas turun di bawah harga level krusial yakni US$ 1.500, kita akan melihat penurunan yang signifikan terhadap harga emas. Pasar emas masih terlihat lemah. Kami melihat banyak dana yang keluar dari emas," papar Lesh, director FuturePath yang berbasis di Chicago.

Namun, pendapat berbeda diungkapkan oleh Wakil Kepala Riset Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere. Menurut Nico, dirinya masih sangat bullish dengan harga emas dengan target harga US$ 8.000 per troy ounce dalam lima tahun ke depan.

"Level terendah sudah tercapai untuk tahun ini atau sudah sangat dekat. Maka, saya merekomendasikan untuk beli emas sekarang," tegas Nico kepada KONTAN. Adapun level terendah harga emas tahun ini yang dimaksud Nico adalah US$ 1.555 per troy ounce.

Dia juga sempat menjelaskan, jika melihat grafik bulanan emas, dapat diketahui bahwa chart pattern yang berkembang saat emas bergerak di kisaran $1,500 hingga $1,800, telah bertahan dalam kisaran tersebut selama 18 bulan.

"Waktu yang akan bicara apakah kita bersiap untuk meroket naik sekarang ini, sehingga memberikan peluang beli yang sangat baik seperti yang pernah terjadi sebelumnya pada periode akhir 1990an-2000an awal, periode 2006-2007 serta di 2008-2009 saat krisis kredit. Yang menarik adalah peluang beli dalam 3 periode tersebut masing-masing berlangsung dalam 12 sampai 18 bulan," urai Nico

Sumber : JAKARTA. Para investor emas saat ini tengah was-was. Pasalnya, harga emas masih menunjukkan sinyal bearish. Apalagi, Frank Lesh dari FuturePath Trading LLC memprediksi, secara teknikal, harga si kuning kinclong akan terus melorot hingga menyentuh level US$ 1.100 pada 2014 mendatang.

Lesh menjelaskan, rasio Fibonacci memberikan indikasi, penurunan yang mencapai 76,4% dari level rekor US$ 1.923,70 pada September 2011 lalu akan menyebabkan harga emas akan kembali menurun sebesar US$ 430.

"Jika harga emas turun di bawah harga level krusial yakni US$ 1.500, kita akan melihat penurunan yang signifikan terhadap harga emas. Pasar emas masih terlihat lemah. Kami melihat banyak dana yang keluar dari emas," papar Lesh, director FuturePath yang berbasis di Chicago.

Namun, pendapat berbeda diungkapkan oleh Wakil Kepala Riset Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere. Menurut Nico, dirinya masih sangat bullish dengan harga emas dengan target harga US$ 8.000 per troy ounce dalam lima tahun ke depan.

"Level terendah sudah tercapai untuk tahun ini atau sudah sangat dekat. Maka, saya merekomendasikan untuk beli emas sekarang," tegas Nico kepada KONTAN. Adapun level terendah harga emas tahun ini yang dimaksud Nico adalah US$ 1.555 per troy ounce.

Dia juga sempat menjelaskan, jika melihat grafik bulanan emas, dapat diketahui bahwa chart pattern yang berkembang saat emas bergerak di kisaran $1,500 hingga $1,800, telah bertahan dalam kisaran tersebut selama 18 bulan.

"Waktu yang akan bicara apakah kita bersiap untuk meroket naik sekarang ini, sehingga memberikan peluang beli yang sangat baik seperti yang pernah terjadi sebelumnya pada periode akhir 1990an-2000an awal, periode 2006-2007 serta di 2008-2009 saat krisis kredit. Yang menarik adalah peluang beli dalam 3 periode tersebut masing-masing berlangsung dalam 12 sampai 18 bulan," urai Nico

Sumber :   http://investasi.kontan.co.id

Kamis, 21 Maret 2013

BATU BARA

Batu bara atau batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.
Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.
Analisis unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.
Sumber : http://id.wikipedia.org

Tinjauan Tim Tambang Pada Tumpang Pitu


PESANGGARAN- Tim tambang kabupaten turun ke tambang emas PT. Indo Multi Niaga (IMN) di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Rabu kemarin (11/7). Selain tim tambang , juga ikut tim Bandara Blimbingsari dan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo). Tim tambang terdiri atas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disprindagtam) Hary Cahyo Purnomo, Plt. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Abdul Kadir, dan Kabid Pertambangan Budi Wahono. Sementara itu, dari Bandara Blimbingsari terdiri atas Kepala Satker Bandara, Andi Hendra Suryaka, dan Kabid Perhubungan Laut dan Udara, Ali Ruchi. Hary Cahyo Purnomo mengungkapkan, tinjau lapangan tersebut merupakan tindak lan-jut permohonan izin pembangunan helipadmilik PT. IMN. Untuk mengajukan izin helipad, jelas Hary, harus mendapat rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara. Tetapi, izin pembangunan helipaddikeluarkan Menteri Perhubungan RI. “Sebelum izin diajukan, harus ada rekomendasi dari Dirjen Perhubungan Udara,” tegasnya. Selain rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara, lanjut Hary, permohonan izin itu juga harus dilampiri izin mendirikan bangunan (IMB) dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah baru bisa mengeluarkan IMB apabila sudah ada rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara. Aktivitas helikopter PT. IMN selain harus memiliki izin he-lipadjuga harus memiliki SOP penerbangan. “SOP penerbangan diperlukan untuk mengatur lalu-lintas udara agar tidak terjadi kecelakaan,” tegasnya. Hasil tinjau udara di atas Gunung Tumpang Pitu, ternyata kawasan udara di sana masuk kawasan latihan terbang sekolah pilot Bandara Blimbingsari. Lantaran masuk kawasan udara latihan penerbangan, maka harus ada pengaturan agar aktivitas helikopter milik IMN tidak mengganggu latihan terbang sekolah pilot. Selain itu, tambah Hary, IMN juga harus memiliki operator yang sudah memiliki lisensi dari Kementerian Perhubungan. Ope rator itu bertugas melakukan komunikasi dengan Bandara Blimbingsari. “Kewajiban IMN yang harus dipenuhi cukup banyak,” tambahnya. (radar ) Sumber : http://www.kabarbanyuwangi.info

Rabu, 20 Maret 2013

Jual Beli Kuasa Pertambangan Mencapai Rp 5 M

JAMBI, TRIBUN - Bisnis jual beli izin kuasa pertambangan batu bara ternyata melibatkan pejabat. Dengan bantuan pejabat terkait, izin bakal dipermudah. Selanjutnya izin itu ditawarkan kepada pengusaha batu bara senilai Rp 5 miliar.  Seorang pengusaha batu bara di Jambi langsung menghubungi Tribun, Jumat (24/12) ketika membaca berita seputar jual beli izin kuasa pertambangan. Pengusaha yang minta jati dirinya dirahasiakan itu mengatakan, jika izin sudah di tangan, dokumen lengkap, lahan ada dengan kandungan batu bara besar dan berkalori tinggi, maka izin itu akan dibeli dengan nilai miliaran rupiah.  Namun sebelum izin kuasa pertambangan jatuh ke tangan pengusaha, pengusaha bertemu dengan pejabat kabupaten, terutama yang bisa mengurus soal izin ini. Biasanya pengusaha survei dulu lahan batu bara yang ada.  "Pengusaha tentu akan melihat kandungan batu baranya, bisa dieksplor berapa lama, apakah kalorinya tinggi dan lainnya. Kemudian pengusaha akan bertemu dengan pejabat terkait untuk membahasnya."  Setelah ada pembicaraan dengan pejabat, si pengusaha membuat perusahaan (CV), yang mana nantinya perusahaan itu akan mengajukan izin ke Pemkab setempat untuk membuka usaha pertambangan di suatu daerah yang sudah diincarnya.  Setelah izin didapat, nantinya seseorang yang mempunyai izin tersebut mencari orang yang ingin membuka usaha tambang tapi terkendala dengan izin. "Pertemuan bisa dilakukan di kafe, atau di kantor pengusaha tersebut untuk membicarakan mengenai penjualan kuasa pertambangan itu," kata pengusaha ini.  Setelah disepakati untuk membeli izin, kata sumber ini, si pembeli tersebut tidak langsung membeli izin, tapi terlebih dahulu dia dengan tim ahlinya melakukan survei ke lokasi yang dimaksud.  Bila memang lokasi itu mempunyai kandungan kalorinya cukup tinggi, maka terjadilah pembelian kuasa pertambangan. Dan si pembeli langsung memberikan uang sebagai tanda pembelian izin tersebut. Biasanya pembayaran dilakukan melalui transfer antarrekening.  "Bila kandungan kalorinya mencapai 6, itu harganya bisa mencapai Rp 5 miliar, bukan ratusan juta lagi. Tapi bila kandungannya rendah, harganya tentu juga rendah, dan itu tergantung kesepakatan nantinya," kata penguisaha ini yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia batu bara. sumber : http://jambi.tribunnews.com