PESANGGARAN- Tim tambang kabupaten turun ke tambang emas PT. Indo Multi Niaga (IMN) di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Rabu kemarin (11/7). Selain tim tambang , juga ikut tim Bandara Blimbingsari dan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo).
Tim tambang terdiri atas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disprindagtam) Hary Cahyo Purnomo, Plt. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Abdul Kadir, dan Kabid Pertambangan Budi Wahono. Sementara itu, dari Bandara Blimbingsari terdiri atas Kepala Satker Bandara, Andi Hendra Suryaka, dan Kabid Perhubungan Laut dan Udara, Ali Ruchi.
Hary Cahyo Purnomo mengungkapkan, tinjau lapangan tersebut merupakan tindak lan-jut permohonan izin pembangunan helipadmilik PT. IMN. Untuk mengajukan izin helipad, jelas Hary, harus mendapat rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara. Tetapi, izin pembangunan helipaddikeluarkan Menteri Perhubungan RI. “Sebelum izin diajukan, harus ada rekomendasi dari Dirjen Perhubungan Udara,” tegasnya.
Selain rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara, lanjut Hary, permohonan izin itu juga harus dilampiri izin mendirikan bangunan (IMB) dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah baru bisa mengeluarkan IMB apabila sudah ada rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara. Aktivitas helikopter PT. IMN selain harus memiliki izin he-lipadjuga harus memiliki SOP penerbangan.
“SOP penerbangan diperlukan untuk mengatur lalu-lintas udara agar tidak terjadi kecelakaan,” tegasnya. Hasil tinjau udara di atas Gunung Tumpang Pitu, ternyata kawasan udara di sana masuk kawasan latihan terbang sekolah pilot Bandara Blimbingsari. Lantaran masuk kawasan udara latihan penerbangan, maka harus ada pengaturan agar aktivitas helikopter milik IMN tidak mengganggu latihan terbang sekolah pilot.
Selain itu, tambah Hary, IMN juga harus memiliki operator yang sudah memiliki lisensi dari Kementerian Perhubungan. Ope rator itu bertugas melakukan komunikasi dengan Bandara Blimbingsari. “Kewajiban IMN yang harus dipenuhi cukup banyak,” tambahnya. (radar )
Sumber : http://www.kabarbanyuwangi.info
Kamis, 21 Maret 2013
Tinjauan Tim Tambang Pada Tumpang Pitu
PESANGGARAN- Tim tambang kabupaten turun ke tambang emas PT. Indo Multi Niaga (IMN) di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Rabu kemarin (11/7). Selain tim tambang , juga ikut tim Bandara Blimbingsari dan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo).
Tim tambang terdiri atas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disprindagtam) Hary Cahyo Purnomo, Plt. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Abdul Kadir, dan Kabid Pertambangan Budi Wahono. Sementara itu, dari Bandara Blimbingsari terdiri atas Kepala Satker Bandara, Andi Hendra Suryaka, dan Kabid Perhubungan Laut dan Udara, Ali Ruchi.
Hary Cahyo Purnomo mengungkapkan, tinjau lapangan tersebut merupakan tindak lan-jut permohonan izin pembangunan helipadmilik PT. IMN. Untuk mengajukan izin helipad, jelas Hary, harus mendapat rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara. Tetapi, izin pembangunan helipaddikeluarkan Menteri Perhubungan RI. “Sebelum izin diajukan, harus ada rekomendasi dari Dirjen Perhubungan Udara,” tegasnya.
Selain rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara, lanjut Hary, permohonan izin itu juga harus dilampiri izin mendirikan bangunan (IMB) dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah baru bisa mengeluarkan IMB apabila sudah ada rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara. Aktivitas helikopter PT. IMN selain harus memiliki izin he-lipadjuga harus memiliki SOP penerbangan.
“SOP penerbangan diperlukan untuk mengatur lalu-lintas udara agar tidak terjadi kecelakaan,” tegasnya. Hasil tinjau udara di atas Gunung Tumpang Pitu, ternyata kawasan udara di sana masuk kawasan latihan terbang sekolah pilot Bandara Blimbingsari. Lantaran masuk kawasan udara latihan penerbangan, maka harus ada pengaturan agar aktivitas helikopter milik IMN tidak mengganggu latihan terbang sekolah pilot.
Selain itu, tambah Hary, IMN juga harus memiliki operator yang sudah memiliki lisensi dari Kementerian Perhubungan. Ope rator itu bertugas melakukan komunikasi dengan Bandara Blimbingsari. “Kewajiban IMN yang harus dipenuhi cukup banyak,” tambahnya. (radar )
Sumber : http://www.kabarbanyuwangi.info
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
GAY HOMOSEKSUAL BISEKS
BalasHapussalam kenal semua pria yg sempat membaca tulisan ini.
Mungkin akan terkesan negatif, bagi anda yg fanatik.
Tapi faktanya komunitas ini di indonesia cukup berkembang.
Mungkin salah satu nya adalah saya.
Mungkin banyak juga yg memandang hina.
Tapi kami tetap ada sebagai warna keanekaragaman manusia.
Mungkin banyak yg menilai kami cuma virus? Tapi kami juga manusia. Juga punya hati. Yg pasti jg punya cinta & sayang.
Banyak yg anda liat di media, tragedi dg image buruk ttg kami? Tapi tidak semua sama.
Itu semua tergantung bagaimana watak dasar & didikan lingkungan pd seseorang.
Mungkin perlu anda tau, pada saat kami sudah menyatakan cinta sayang & perhatian,
barulah anda tau, bahwa anda bisa merasakan bagaimana anda dihargai sbg pasangan.
Yg mungkin sebelumnya anda tidak pernah dapatkan!
Jika anda pria krisis hati,
salam kenal dari saya ; O85664600785
sudah tidak jaman lagi tuk munafik.
Asal tidak merugikan org lain,
semua sah" saja!