
JAMBI, TRIBUN - Bisnis jual beli izin kuasa pertambangan batu bara ternyata melibatkan pejabat. Dengan bantuan pejabat terkait, izin bakal dipermudah. Selanjutnya izin itu ditawarkan kepada pengusaha batu bara senilai Rp 5 miliar.
 Seorang pengusaha batu bara di Jambi langsung menghubungi Tribun, Jumat (24/12) ketika membaca berita seputar jual beli izin kuasa pertambangan. Pengusaha yang minta jati dirinya dirahasiakan itu mengatakan, jika izin sudah di tangan, dokumen lengkap, lahan ada dengan kandungan batu bara besar dan berkalori tinggi, maka izin itu akan dibeli dengan nilai miliaran rupiah.Â
 Namun sebelum izin kuasa pertambangan jatuh ke tangan pengusaha, pengusaha bertemu dengan pejabat kabupaten, terutama yang bisa mengurus soal izin ini. Biasanya pengusaha survei dulu lahan batu bara yang ada.
 "Pengusaha tentu akan melihat kandungan batu baranya, bisa dieksplor berapa lama, apakah kalorinya tinggi dan lainnya. Kemudian pengusaha akan bertemu dengan pejabat terkait untuk membahasnya."Â
 Setelah ada pembicaraan dengan pejabat, si pengusaha membuat perusahaan (CV), yang mana nantinya perusahaan itu akan mengajukan izin ke Pemkab setempat untuk membuka usaha pertambangan di suatu daerah yang sudah diincarnya.
 Setelah izin didapat, nantinya seseorang yang mempunyai izin tersebut mencari orang yang ingin membuka usaha tambang tapi terkendala dengan izin. "Pertemuan bisa dilakukan di kafe, atau di kantor pengusaha tersebut untuk membicarakan mengenai penjualan kuasa pertambangan itu," kata pengusaha ini.
 Setelah disepakati untuk membeli izin, kata sumber ini, si pembeli tersebut tidak langsung membeli izin, tapi terlebih dahulu dia dengan tim ahlinya melakukan survei ke lokasi yang dimaksud.Â
 Bila memang lokasi itu mempunyai kandungan kalorinya cukup tinggi, maka terjadilah pembelian kuasa pertambangan. Dan si pembeli langsung memberikan uang sebagai tanda pembelian izin tersebut. Biasanya pembayaran dilakukan melalui transfer antarrekening.Â
 "Bila kandungan kalorinya mencapai 6, itu harganya bisa mencapai Rp 5 miliar, bukan ratusan juta lagi. Tapi bila kandungannya rendah, harganya tentu juga rendah, dan itu tergantung kesepakatan nantinya," kata penguisaha ini yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia batu bara.
sumber : http://jambi.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar